Senin, 26 Oktober 2009

PUNCAK SUROLOYO

Setelah enam hari ku memeras pikiranku,ku lepaskan lelah dan penat yang ada.Ini semua sudah terencana hanya tinggal menunggu waktu saja.Hari Sabtu tanggal 24 oktober 2009 pukul 04.00 itulah startnya.kami organisasi PMR dan JAPALA mengadakan kegiatan pendakian untuk menaklukan pucak suro loyo.Bagiku itu sudah hal biasa,karena aku sudah dua kali ke puncak suroloyo tapi ini berbeda, dahulu aku melakukan perjalanan ini siang hari,sekarang malam hari,sungguh menantang .
Kami mengawali perjalanan ini dari daerah Kalitengah,sesampai di tempat tersebut kami melakukan pemanasan.perjalananpun dimulai,kami langkahkan niat kami,berjalan ...berjalan dan terus berjalan.WAktu menjelang maghrib kamipun bergegas mencari Istana-NYA.
Tampaklah disana masjid kecil di perkampungan Dangsambu.Semua bergegas mengambil air wudhu selang waktu beberapa menit azdan maghrib berkumandang.Yang mengumandangkan adzan adalah anak SD.Entah apa yang membuat anak itu mengeluarkan suara adzan yang tak enak dicerna oleh telingan ,munkin juga bisa disebabkan oleh kedatangan kami.Saya dan teman-teman sedikit menahan tawa tapi kami tetap menghargainya.
Sholat maghrib dan isyak kami laksanakan ditempat itu.
Kupikir selepas sholat isya' kami langsung melanjutkan pendakian,ternyata tidak.Semua orang menuggu sosok mas klasin,karena orang itu yang akan mengantarkan kami menuju tujuan utama kami.Mas klasin dulunya adalah kakak kelas kami tapi kami tak tau karena saat aku masuk di sekolah ini dia sudah lulus.Menunggu dan menuggu...itulah hal yang sangat membosankan.
Dari arah sebrang terdengarlah suara motor,mungkinkah itu ? tenyata benar itu orang yang kita tunggu.
Kasian orang itu, selepas kerja biasanya digunakan untuk sireng-sireng dirumah dengan sebatang rokok yang menjadi obat pelapas lelah.Tapi Dia di minta salah satu dari rekan kami untuk menemani perjalanan bersama sang raja malam.Dia langsung bergegas mencari kawan.
Sekitar jam delapan lebih kami lanjutkan perjalanan.Beriringan dengan lampu-lampu senter serta candatawa yang sedikit menghapus lelah kami langkahkan kaki.
Jalan-jalan yang nde-dek membuat kami tak sabar untuk menakhlukannya.Waktupun berjalan mengiringi langkahku,secara tiba-tiba!!suara anjing mewarnai perjalanan kami.Semua terkejut,maklumlah cah wadhon, tak ter kecuali 0rang yang berada di sisiku,berpindah posisi tapi tak mengapa aku sudah dibiasa diwarnai sikap seperti itu.Semenjak aku sekolah di SMP aku selalu diandalain sama teman-teman,entah nyebrang jalan,perwakilan lomba,mompa sepedapun tak ketinggalan serta hal-hal yang berkaitan dengan emosi fisik dan jiwa.Waktu SMP jan! aku jengkel tenan,karena setiap saat aku pasti di andalin.Setelah dewasa ini ku berpikir apa arti hidup jika kita kita tidak berguna bagi orang lain.
Langkah kami terhenti saat Mas Klasin bilang mandhek disek,tunggu yang laen.Semua anggota telah terkumpul,mas klasin"arep lewat ngendi ,bablas pow belok"
Pak Munif"lewat jalan alternatif aja".
Belok kanan itulah keputusannya.Berjalan menemani raja malam didaerah pegunungan bukhanlah hal yang biasa.
Banyak orang mengira bahwa orang gunung tu orangnya menakutkan,penuh mistik pokoknya hal yang berbau negatif.Dari seorang klasin ku telah temukan jawabanya.Mas klasin orangnya aneh dia bermata kucing...aku tak bermajsud mengejeknya tapi itu sebutan yang pantas baginya.Coba bayangkan saat kita berjalan dikegelapan malam,pasti kita butuh penerang tapi kalau yang satu ini gk,malah dia bilang kalau pake penerang malah tak keliatan.
kira- kira jam 11 kita semua tiba di sana ... subhanallah . . .indah banget pemandangan malam itu...

1 komentar: